Pernyataan Jack Libya Dikritik, Juanda Minta Jabatan Jubir KPA Dicopot

ACEH 21

- Redaksi

Minggu, 28 Desember 2025 - 21:48 WIB

50253 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDA ACEH | Desakan agar Ketua Komite Peralihan Aceh (KPA) Pusat, H. Muzakkir Manaf atau yang akrab disapa Mualem, segera mencopot Jack Libya dari jabatannya sebagai Juru Bicara KPA Pusat disuarakan oleh Juanda yang mewakili Juru Bicara Suara Rakyat Aceh. Desakan tersebut muncul usai pernyataan Jack Libya di media yang dinilai menyakiti hati rakyat Aceh, terutama korban banjir dan mereka yang menjadi korban kekerasan oleh oknum aparat di Aceh Utara.

Juanda memberikan pernyataan itu pada Jumat (26/12/2025). Ia menilai pernyataan Jack Libya yang menyebut tidak pernah ada perintah dari KPA Pusat untuk mengibarkan bendera Bulan Bintang sebagai hal yang tidak tepat disampaikan saat masyarakat tengah berduka dan berjuang dalam misi kemanusiaan.

Menurut Juanda, pernyataan Jack terkesan menyudutkan masyarakat Aceh yang sedang mengantar bantuan korban banjir ke wilayah Aceh Tamiang. Apalagi, lanjutnya, sebelumnya tak ada narasi atau seruan resmi dari KPA Pusat yang melarang masyarakat mengibarkan bendera Bulan Bintang saat melakukan konvoi bantuan. Hal ini kemudian menimbulkan pertanyaan besar di kalangan publik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kenapa tidak mengeluarkan segmen tersebut sebelumnya dan bersuara mendesak agar rakyat Aceh tidak mengibarkan bendera Bulan Bintang, sehingga tidak jatuh korban seperti yang terjadi saat ini,” ujar Juanda kepada wartawan.

Juanda juga menyoroti kurangnya sikap tegas KPA dan Jack Libya dalam menyuarakan penderitaan rakyat akibat bencana. Ia menegaskan bahwa masyarakat Aceh kini sedang menanti langkah konkret dari para pemimpin dan tokoh-tokoh penting Aceh dalam menekan pemerintah pusat agar menetapkan bencana banjir dan longsor di Sumatera dan Aceh sebagai bencana nasional.

Saat ini, ribuan warga terdampak, ratusan rumah rusak berat atau hilang tertimbun lumpur, sementara jasad korban yang hanyut belum semua ditemukan. Bahkan menurut Juanda, skala kerusakan dan dampak banjir kali ini dinilai lebih parah dibanding tsunami yang melanda Aceh tahun 2004 silam.

“Kalau Jack Libya benar-benar juru bicara dari KPA, keluarkan segmen mendesak Presiden Prabowo untuk menetapkan bencana Sumatera dan Aceh sebagai darurat bencana nasional. Jangan hanya menyudutkan dan menyalahkan masyarakat Aceh saja, padahal mereka sedang berjuang untuk mendapatkan perhatian tersebut,” tegas Juanda.

Ia berharap Mualem sebagai sosok sentral dalam KPA mampu bersikap tegas dan mendengar suara rakyat, bukan sekadar membiarkan pernyataan-pernyataan dari internal KPA yang justru memperkeruh suasana dan menyakiti perasaan masyarakat Aceh yang saat ini sedang berada dalam kondisi darurat. (*)

Berita Terkait

Aksi Brutal di Kantor Polisi, Ketua Fanst Respon Aceh Desak Polri Bersih-bersih dan tangkap Pelaku
Pembangunan Gedung Damkar Putri Betung Disorot, Pekerjaan Diduga Tetap Berjalan Meski Kontrak Berakhir
LSM Desak DPR Aceh Dapil 8 Kawal Kasus Narkoba Hingga Meja Hukum
Bawa Senjata Api Saat Pembubaran Massa, Warga Aceh Utara Terancam 20 Tahun Penjara
Mualem Ajak Mantan Kombatan GAM Tetap Kompak dan Tak Lompat Pagar
Pakar: Pengibaran Bendera Bulan Bintang Tak Bisa Dianggap Subversif
Ketua Komisi I DPR Aceh Tegaskan Bendera Bulan Bintang Bukan Simbol Makar
Sekjen DPW Fanst Respon Aceh Desak Kapolda Bentuk Tim Lapangan Tangani Kayu Gelondongan Pascabanjir

Berita Terkait

Rabu, 15 Juli 2026 - 03:50 WIB

Dana Ketahanan Pangan Desa Lembah Haji Diduga Jadi Bancakan Elite, Warga Desak APH Bongkar Aliran Dana hingga Tuntas

Senin, 9 Maret 2026 - 19:51 WIB

LSM Tipikor Beberkan Daftar Proyek Bermasalah di Dinas Kesehatan Aceh Tenggara, Dugaan Kerugian Negara Mengemuka

Berita Terbaru

Jakarta

#SamsuriCapres2029

Senin, 4 Mei 2026 - 03:07 WIB